WISUDA KE 78, SIAPKAN GENERASI BERINTEGRITAS

UINSA Newsroom, Sabtu (18/03/2017); Minggu Ketiga Bulan Maret 2017, UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar prosesi wisuda untuk program doktor, magister, dan sarjana. Wisuda Ke-78 Semester Gasal Periode II Tahun Akademik 2016/2017 tersebut digelar di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya dan untuk kali pertama dipimpin Ketua Senat Terpilih, Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, MA. Diikuti sebanyak 594 wisudawan, terdiri dari wisudawan Program Doktor sebanyak 12 orang, Magister 37 orang, dan Sarjana 545 orang.

Prosesi wisuda periode II ini secara khusus dihadiri Menteri Agama RI, Drs. H.  Lukman Hakim Saifuddin. Hadir dan mendampingi pula di kursi kehormatan, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag, Wakil Rektor I Dr. H. M. Syamsul Huda, M.Fil.I, Wakil Rektor II Dr Hj Zumrotul Mukaffah, M.Ag., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Ali Mufrodi, MA, Direktur Pascasarjana Prof Dr H Husein Aziz, M.Ag, Para Guru Besar, dan Dekan dari sembilan fakultas.

Assembly Of The University Senator UIN Sunan Ampel Surabaya ini merupakan bagian akhir dari selesainya proses akademik yang dijalani mahasiswa. Selanjutnya para mahasiswa dianggap layak menyandang gelar Doktor, Magister, maupun Sarjana sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kendati itu, Prof. Ahwan dalam amanat Ketua Senat menyatakan, dengan menjalani prosesi wisuda bukan berarti purna pula proses studinya. Akan tetapi hal itu merupakan  satu anak tangga yang telah telewati menuju anak tangga berikutnya. “Masih banyak yang harus dihadapi di masa depan. Jangan pernah berhenti belajar!” pesan Prof. Ahwan.

Prof. Ahwan secara khusus juga mengutip ayat ‘Faidza Faroghta Fansob’  (QS. Al Insyirah: 7). Yang artinya, Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Sebuah analogi untuk tidak berhenti berproses menjadi pribadi yang semakin baik, terus berkarya, dan tidak mengenal kata putus asa. “Harapan saya, ketika telah  menyelesaikan satu etape segera siap etape berikutnya,” ujar Ketua Senat yang secara resmi terpilih pada Rabu, 04 Januari 2017, menyusul terbitnya PMA No 52 tahun 2016 tentang statuta tersebut.

Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Islam Indonesia tersebut yakin bahwa UIN Sunan Ampel Surabaya secara institusional telah berupaya maksimal untuk memberikan bekal kepada mahasiswa. Baik itu kaitannya dengan kecerdasan intelektual, spiritual, hingga entrepreneurship. Namun, seiring dengan meningkatnya tantangan kehidupan, peran tersebut pun harus terus ditingkatkan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag. menyampaikan upaya pendampingan dengan memaksimalkan peran IKA UINSA. Diantaranya dengan rutin menggelar pembekalan serta kiat meraih sukses bersama alumni, juga menyediakan rumah singgah alumni dan pembinaan karir. Sebagaimana yang telah dilakukan IKA UINSA Korda Jakarta. “Kedepan, ini akan kita dorong untuk dilakukan di daerah-daerah lain terutama kota-kota besar, ibu kota provinsi,” ujar Prof. A’la.

Kaitannya dengan wisudawan, Prof. A’la berharap, para wisudawan menjadi sarjana yang berintegritas dan mampu menjawab tantangan kekinian dengan kreatif, inovatif, dan arif. Para wisudawan, menurut Prof. A’la, harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang berada di garis terdepan dalam melestarikan NKRI. Karenanya, harapan  tersebut diupayakan  dengan mempersiapkan para sarjana mulai keharusan mahasiswa mengikuti kegiatan kepesantrenan seperti pengajian kitab tasawuf dan Islam yang berwajah Indonesia. “Selain itu, penguatan kewirausahaan juga include menjadi mata kuliah sendiri,” tegas Prof. A’la.

Disamping itu, rincian jumlah wisudawan program sarjana dari masing-masing fakultas yang dijadwalkan mengikuti prosesi yakni Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sebanyak 44 orang, Fakultas Ushuluddin dan Filasafat (FUF) 79 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 118 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 167 orang, Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) 67 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 29 orang, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) 12 orang, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 29 orang.

Dalam acara wisuda kali ini juga diberikan beberapa penghargaan bagi lulusan terbaik, baik untuk prestasi akademik maupun non akademik. Wisudawan terbaik program Doktor diraih Dr. Imam Syafi’i dari Konsentrasi Dirosah Islamiyah dengan IPK 3,88. Sementara untuk program Magister mencatat M. Syukrillah, M.Ag, dari konsentrasi Ilmu Hadis dengan IPK 3,89 sebagai wisudawan terbaik. Sedangkan wisudawan terbaik program sarjana diberikan pada  wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Citra Putri Sari, S.Pd dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam FTK dengan IPK 3.83, Ahmad Zaidanil Kamil, S.Ag dari Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Ursilawati, S.Sos dari Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam, Nur Laili Adkhi Rizfa Faiza, S.E dari Prodi Ekonomi Syariah FEBI masing-masing dengan IPK 3,80. Lalu, Dimas Ayu Pamukir S.H dari Prodi Hukum Keluarag FSH dengan IPK 3.72, Ahmad Nuruddin S.Hum dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab, dan Isnaini Mahmudah, S.Sos dari Prodi Sosiologi dengan IPK 3.70.

Selanjutnya untuk kategori wisudawan berprestasi non akademik kategori hafalan Alquran 30 Juz,  yaitu Melyana Sifa dari FSH, Himmami Hafshawati, Elok Qur’ani keduanya dari FTK, Muhammad Khusni Mubarrok, dan Wahib Akmal dari FUF. Masing-masing mendapat uang pembinaan sebesar Rp 400 ribu.  Terakhir, Maria Ulfa Rohmati dari FTK dengan prestasi bidang tilawatil, hafalan Alquran 5 juz, dan Musabaqah Hifdzil Quran  yang berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 300 ribu. (Nur/Humas)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s