Mengikuti Aktivitas Persatuan Istri Anggota DPRD Sidoarjo

TAMPILAN ruang sidang paripurna DPRD Sidoarjo tampak berbeda dari biasanya pada Kamis (8/6). Kursi yang biasanya memenuhi ruang sidang disingkirkan. Di bagian belakang, tergelar karpet hijau tua. Di dinding, tertempel spanduk buka bersama DPRD Sidoarjo dengan anak yatim.
SOSIAL: Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD Sidoarjo Fitrianti Ismet Nurmawan memberikan bingkisan kepada anak yatim dalam acara buka puasa bersama di gedung dewan Kamis (8/6).

SOSIAL: Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD Sidoarjo Fitrianti Ismet Nurmawan memberikan bingkisan kepada anak yatim dalam acara buka puasa bersama di gedung dewan Kamis (8/6). (Hanung Hambara/Jawa Pos/JawaPos.com)

Sejam menjelang buka puasa, ibu-ibu datang dengan membawa berbagai macam penganan. Mulai sate ayam, sate kambing, capcai, nasi goreng, hingga ayam goreng. Tampak nikmat menggugah selera.

Tidak hanya membawa makanan, 30 perempuan itu juga bahu-membahu menata bawaan. Ya, mereka membawa bingkisan berupa tas sekolah. Jumlahnya berkisar 30 tas. Semua akan dibagikan kepada anak-anak yatim yang hadir. Mendekati waktu berbuka, ruangan bertambah ramai. Kini sejumlah anggota dewan turut bergabung. Mereka mengenakan baju koko. Berbeda dengan sehari-harinya yang mengenakan pakaian safari.

Acara dibuka dengan pembacaan ayat suci Alquran. Suasana menjadi khusyuk. Setelah itu, acara dilanjutkan dengan sambutan dari Ketua DPRD Sullamul Hadi Nurmawan. Dalam sambutannya, pria yang akrab disapa Wawan itu menjelaskan bahwa kegiatan berbuka bersama anggota dewan tersebut sengaja dibuat sederhana. ”Kami ingin berbagi dengan anak yatim,” katanya. Setelah berbuka, satu per satu anak yatim yang masih duduk di bangku SD tersebut menerima bingkisan tas dan alat tulis. Bantuan itu diberikan Ketua Persatuan Istri Anggota DPRD Fitrianti Ismet Nurmawan. Dari namanya sudah bisa ditebak, dia adalah istri Wawan.

Ya, kegiatan buka bersama tersebut memang digagas Persatuan Istri Anggota DPRD Sidoarjo. Kegiatan sosial itu dilakukan setiap bulan puasa. Para istri wakil rakyat tersebut menyumbang panti asuhan serta anak yatim. Fitrianti menyatakan, perhimpunan istri anggota dewan didirikan sebagai ajang komunikasi. ”Saya menjabat ketua sejak 2015,” ucapnya. Alumnus Universitas Pancasila Jakarta itu mengungkapkan, persatuan istri anggota DPRD tersebut memiliki beragam kegiatan. Di antaranya, beauty class, outbound, dan seminar-seminar untuk meningkatkan kemampuan.

Sebagai istri anggota dewan, mereka dituntut cakap berkomunikasi. Pelatihan teknik berkomunikasi pun kerap digelar. Tak jarang, para anggota dewan menjadi pematerinya. ”Banyak yang mumpuni di sini,” jelasnya.

Kegiatan sosial juga tidak ketinggalan. Misalnya, tahun lalu mereka memberikan sumbangan kepada korban puting beliung di Krian. Para istri dewan itu langsung turun ke lapangan selang dua hari setelah kejadian. Menurut dia, saat itu persiapan sangat mepet. Setelah mendengar adanya bencana tersebut, dia melontarkan ide memberikan bantuan kepada korban bencana Krian lewat grup WhatsApp. Gayung bersambut, mayoritas mendukung usulan itu.

Selang sehari, bantuan terkumpul. Ada sembako, uang, obat-obatan, dan pakaian. Saat menyumbang, para istri anggota dewan itu datang sendiri ke lokasi. Mereka berbincang dengan korban. Mendengarkan keluh kesah warga yang rumahnya hancur.

Urusan arisan juga tak ketinggalan. Digelar sebulan sekali. Bukan di hotel, melainkan di rumah anggota dewan. Digilir satu per satu. Fitrianti menuturkan, acara arisan itu sengaja digelar dengan sederhana. ”Kami malah senang makan sederhana di tambak,” tutur perempuan kelahiran Jakarta, 28 Agustus 1978, tersebut.

Dia mengakui bahwa masih ada sebagian kalangan yang memandang komunitas istri anggota dewan itu layaknya sosialita. Setiap acara yang digelar tak jarang menghabiskan banyak biaya. Kesan glamor selalu terlihat. Meski begitu, Fitrianti dan teman-temannya tak terpengaruh. Mereka justru sering menggelar baksos dan memberikan sumbangan kepada warga yang tidak mampu atau sedang ditimpa bencana. ”Lewat kegiatan itu, kami buktikan bahwa istri dewan bukan sosialita,” tegasnya.

Salah satu fungsi persatuan istri anggota DPRD Sidoarjo itu adalah menjaga silaturahmi. Mereka tidak mengurusi agenda politik di gedung dewan. Meskipun para suami sedang panas lantaran berbeda pendapat, para istri tetap adem ayem. ”Kami tidak mau terpengaruh kondisi di dewan,” pungkasnya, lantas tersenyum. (*/c16/pri)

sumber

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s