BURDAH UNTUK PERADABAN AMERIKA Catatan hari ke 43-44 (San Fransisco, AS_Kamis-Jumat, 13-14 April 2017) Perjalanan Tour Dakwah Amerika Canada


Jangan membuka catatan ini jika belum membaca catatan saya sebelumnya, “Nabiku Masih Hidup di Puncak San Fransisco.” Jum’at (14/4) saya diajak Bapak Taso Surachmat, tuan rumah tempat saya menginap untuk shalat Jum’at di MCC (Muslim Community Center) di East Bay San Fransisco. “Sama saja pak, akses untuk google, yahoo, twitter, facebook di sini dan di Surabaya, sekalipun jarak pusat-pusat perusahaan raksasa dunia maya itu hanya perjalanan setengah jam dari sini,” katanya untuk memulai pembicaraan ringan dalam mobil menuju masjid. “Karena perusahaan-perusahaan itulah pak, semua jadi mahal di kota ini, bahkan termahal di Amerika. Uang sewa apartemen bisa Rp. 50 juta perbulan pak,” tambahnya sambil mencari tempat pakrir di halaman masjid.
“Assalamau’alaikum brother, how are you?” sapa pria hitam tinggi besar tanpa melihat wajah saya di pintu masjid. Saya jawab salam itu sambil melepas sepatu yang tinggi dan berat, “warisan” musim salju di Ottawa Canada, lalu antre meletakkannya di rak bagian atas. Rak tengah untuk sepatu pendek dan kecil. Saya tidak langsung duduk di depan, tapi mengamati lingkungan sekitar dan mengambil gambar beberapa pengumuman elektronik, tanpa kertas, hanya di layar besar yang berganti-ganti setiap lima detik. Inilah beberapa di antara pengumuman itu: Mohon Sumbangan Mobil untuk Para Pengungsi Muslim; Akad Nikah dan Aqiqah di Masjid?; Bina Anak pada Era Sosmed , Menelusuri Jejak Manusia Mulia (Sirah Nabawi); Kajian Tafsir Tematik Kontekstual untuk Pelajar; Halaqah Islam untuk Anak-anak SD; Halaqah untuk Remaja; Kajian Dasar-Dasar Islam dalam Bahasa Persia; Sejarah, Sains dan Akidah Islam, dan Kajian Shalawat Burdah.
Khusus mengenai acara yang terakhir, pengumuman tertulis “Bulan Burdah untuk Ibu-Ibu” dengan background kaligrafi Arab “Muhammad” warna hitam, dan “Shallallahu ‘alaihi wasallam” warna hijau muda dengan ukuran huruf yang lebih kecil di bawahnya. Acara yang dipandu ustadzah Mona Elzankaly itu berisi pembacaan shalawat burdah, karya monumental pujangga Mesir, Al Bushiry yang nyaris belum tertandingi oleh sastra-sastra pujian lainnya sampai hari ini. Karya yang berisi 162 bait syair pujian itu ditulis pada abad 13 M sebagai ekspresi cinta sang penulis kepada Nabi SAW pada saat ia lumpuh. Ketika ia mengantuk, ia bermimpi, Nabi SAW datang mengusap tubuhnya dan menyerahkan jubah (burdah) kesayangannya kepadanya. Keesokan harinya, sebuah keajaiban terjadi, ia sembuh total. Saya membaca pengumuman itu sampai tiga kali, hampir tak percaya, ada juga muslim Amerika yang terkenal rasional ini, yang masih tertarik mengadakan gathering untuk bershalawat menyanjung Nabi SAW. Continue reading

MAHASISWA UINSA JUARAI LOMBA MHQ DI BRUNEI DARUSSALAM

UINSA Newsroom, Selasa (13/06/2017); Prestasi tingkat Internasional kembali ditorehkan Mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya. Kali ini, lomba Musabaqah Menghafaz Al-Quran yang di Indonesia lebih familiar dinamakan Musabaqah Hifdzi Al-Quran (MHQ) membawa dua mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya meraih prestasi Internasional. Adalah Khobirul Amru, Mahasiswa Program Studi Tafsir Hadist dan Nur Asfiyah, Mahasiswi Program Studi Ilmu Al-Quran dan Tafsir Fakultas Ushuluddin dan Filsafat (FUF) yang meraih juara dalam ajang Lomba Musabaqah Menghafaz Al-Quran Beserta Pemahamannya di Brunei Darussalam pada 8 dan 10 Juni 2017.

Kegiatan Dwi Tahunan yang diselenggarakan Kementerian Agama Peringkat Negara Anggota MABIMS (Malaysia, Brunei Darussalam, Indonesia, dan Singapura) tersebut merupakan kali ke-5 digelar. Bertempat di Dewan Persidangan Utama, Pusat Persidangan Antarbangsa Berakas Brunei Darusslam, delegasi Indonesia (UIN Sunan Ampel Surabaya) hadir bersama delegasi dari negara lainnya. Delapan peserta dari empat negara dibagi dalam dua kategori lomba yakni Kategori 10 dan 30 Juz.
Khobirul Amru yang berhasil meraih predikat Juara III pada Kategori 30 Juz mengaku bersyukur, sebagaimana lazimnya seseorang yang mendapat juara. Kendati terselip juga rasa bersalah dan sedikit kecewa. Sebab, ia mengaku sempat mengalami kendala hafalan yang tidak lancar sewaktu perlombaan berlangsung. “Padahal di pundak saya memegang nama besar bangsa Indonesia, yang notabene sangat masyhur dengan para penghafalnya yang sudah go international,” ujar Amru menyesali.

Continue reading

Menpora RI Berikan Motivasi Pada Ratusan Mahasiswa

Uinsa News – Menteri Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia (Menpora RI) H. Imam Nahrawi berkesempatan memberikan motivasi dan inspirasi kepada mahasiswa Universitas Islam Negeri (UIN) Sunan Ampel Surabaya, Selasa (9/12). Berbicara di depan ratusan mahasiswa, Menpora menekankan agar generasi muda Indonesia sebagai penentu masa depan bangsa dapat memaksimalkan potensi diri sehingga dapat bersaing pada kompetisi global.

“Apa yang dimiliki diri kita saat ini sangat terbatas dan amat sangat pendek waktunya maka manfaatkanlah waktu sebaik mungkin. Termasuk pada saat kuliah di kelas, semua yang diajarkan dosen harus dicatat karena suatu saat akan sangat bermanfaat bagi masa depan. Oleh karena itu semua harus siap menghadapi pasar global,” kata Menpora Imam Nahrawi pada acara Kuliah Umum dengan tema Peran Pemuda Dalam Menyongsong Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) 2015 dan Bonus Demografi 2025.

Continue reading

MAHASISWA UINSA IKUTI ITHLA ABROAD 2017 DI MALAYSIA

UINSA Neswroom, Senin (05/06/2107); Bulan Mei lalu, tepatnya pada tanggal 16-30 Mei 2017, salah satu mahasiswa UIN Sunan Ampel Surabaya yaitu Qurrotu A’yun dari jurusan Pendidikan Bahasa Arab, terpilih mengikuti program Ithla Abroad 2017. Program pengajaran keterampilan bahasa arab di Malaysia ini diselenggarakan Persatuan Mahasiswa Bahasa Arab Indonesia yang bekerjasama dengan Ma’had Tahfiz ArRahmah, Terengganu, Malaysia. Program yang diadakan selama dua minggu ini diikuti 4 Mahasiswa dari berbagai PTKIN di Indonesia. Seperti UIN Sunan Ampel Surabaya, UIN Malang, UIN Jakarta, UIN Yogyakarta, UIN Bandung, IAIN Palangkaraya, STAIN Kediri, dan STAIN Kudus.

Continue reading

WISUDA KE 78, SIAPKAN GENERASI BERINTEGRITAS

UINSA Newsroom, Sabtu (18/03/2017); Minggu Ketiga Bulan Maret 2017, UIN Sunan Ampel Surabaya kembali menggelar prosesi wisuda untuk program doktor, magister, dan sarjana. Wisuda Ke-78 Semester Gasal Periode II Tahun Akademik 2016/2017 tersebut digelar di Gedung Auditorium UIN Sunan Ampel Surabaya dan untuk kali pertama dipimpin Ketua Senat Terpilih, Prof. Dr. H. Ahwan Mukarrom, MA. Diikuti sebanyak 594 wisudawan, terdiri dari wisudawan Program Doktor sebanyak 12 orang, Magister 37 orang, dan Sarjana 545 orang.

Prosesi wisuda periode II ini secara khusus dihadiri Menteri Agama RI, Drs. H.  Lukman Hakim Saifuddin. Hadir dan mendampingi pula di kursi kehormatan, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag, Wakil Rektor I Dr. H. M. Syamsul Huda, M.Fil.I, Wakil Rektor II Dr Hj Zumrotul Mukaffah, M.Ag., Wakil Rektor III Prof. Dr. H. Ali Mufrodi, MA, Direktur Pascasarjana Prof Dr H Husein Aziz, M.Ag, Para Guru Besar, dan Dekan dari sembilan fakultas.

Assembly Of The University Senator UIN Sunan Ampel Surabaya ini merupakan bagian akhir dari selesainya proses akademik yang dijalani mahasiswa. Selanjutnya para mahasiswa dianggap layak menyandang gelar Doktor, Magister, maupun Sarjana sesuai dengan bidang keilmuan masing-masing. Kendati itu, Prof. Ahwan dalam amanat Ketua Senat menyatakan, dengan menjalani prosesi wisuda bukan berarti purna pula proses studinya. Akan tetapi hal itu merupakan  satu anak tangga yang telah telewati menuju anak tangga berikutnya. “Masih banyak yang harus dihadapi di masa depan. Jangan pernah berhenti belajar!” pesan Prof. Ahwan.

Prof. Ahwan secara khusus juga mengutip ayat ‘Faidza Faroghta Fansob’  (QS. Al Insyirah: 7). Yang artinya, Maka apabila kamu telah selesai dari satu urusan maka kerjakanlah dengan sungguh-sungguh urusan yang lain. Sebuah analogi untuk tidak berhenti berproses menjadi pribadi yang semakin baik, terus berkarya, dan tidak mengenal kata putus asa. “Harapan saya, ketika telah  menyelesaikan satu etape segera siap etape berikutnya,” ujar Ketua Senat yang secara resmi terpilih pada Rabu, 04 Januari 2017, menyusul terbitnya PMA No 52 tahun 2016 tentang statuta tersebut.

Guru Besar Bidang Ilmu Sejarah Islam Indonesia tersebut yakin bahwa UIN Sunan Ampel Surabaya secara institusional telah berupaya maksimal untuk memberikan bekal kepada mahasiswa. Baik itu kaitannya dengan kecerdasan intelektual, spiritual, hingga entrepreneurship. Namun, seiring dengan meningkatnya tantangan kehidupan, peran tersebut pun harus terus ditingkatkan.

Senada dengan hal tersebut, Rektor UIN Sunan Ampel Surabaya, Prof. Dr. H. Abd. A’la, M.Ag. menyampaikan upaya pendampingan dengan memaksimalkan peran IKA UINSA. Diantaranya dengan rutin menggelar pembekalan serta kiat meraih sukses bersama alumni, juga menyediakan rumah singgah alumni dan pembinaan karir. Sebagaimana yang telah dilakukan IKA UINSA Korda Jakarta. “Kedepan, ini akan kita dorong untuk dilakukan di daerah-daerah lain terutama kota-kota besar, ibu kota provinsi,” ujar Prof. A’la.

Kaitannya dengan wisudawan, Prof. A’la berharap, para wisudawan menjadi sarjana yang berintegritas dan mampu menjawab tantangan kekinian dengan kreatif, inovatif, dan arif. Para wisudawan, menurut Prof. A’la, harus mampu menjadi bagian dari masyarakat yang berada di garis terdepan dalam melestarikan NKRI. Karenanya, harapan  tersebut diupayakan  dengan mempersiapkan para sarjana mulai keharusan mahasiswa mengikuti kegiatan kepesantrenan seperti pengajian kitab tasawuf dan Islam yang berwajah Indonesia. “Selain itu, penguatan kewirausahaan juga include menjadi mata kuliah sendiri,” tegas Prof. A’la.

Disamping itu, rincian jumlah wisudawan program sarjana dari masing-masing fakultas yang dijadwalkan mengikuti prosesi yakni Fakultas Syariah dan Hukum (FSH) sebanyak 44 orang, Fakultas Ushuluddin dan Filasafat (FUF) 79 orang, Fakultas Tarbiyah dan Keguruan (FTK) 118 orang, Fakultas Dakwah dan Komunikasi (FDK) 167 orang, Fakultas Adab dan Humaniora (Fahum) 67 orang, Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam (FEBI) 29 orang, Fakultas Psikologi dan Kesehatan (FPK) 12 orang, dan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) 29 orang.

Dalam acara wisuda kali ini juga diberikan beberapa penghargaan bagi lulusan terbaik, baik untuk prestasi akademik maupun non akademik. Wisudawan terbaik program Doktor diraih Dr. Imam Syafi’i dari Konsentrasi Dirosah Islamiyah dengan IPK 3,88. Sementara untuk program Magister mencatat M. Syukrillah, M.Ag, dari konsentrasi Ilmu Hadis dengan IPK 3,89 sebagai wisudawan terbaik. Sedangkan wisudawan terbaik program sarjana diberikan pada  wisudawan terbaik dari masing-masing fakultas. Citra Putri Sari, S.Pd dari Prodi Manajemen Pendidikan Islam FTK dengan IPK 3.83, Ahmad Zaidanil Kamil, S.Ag dari Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir, Ursilawati, S.Sos dari Prodi Bimbingan Penyuluhan Islam, Nur Laili Adkhi Rizfa Faiza, S.E dari Prodi Ekonomi Syariah FEBI masing-masing dengan IPK 3,80. Lalu, Dimas Ayu Pamukir S.H dari Prodi Hukum Keluarag FSH dengan IPK 3.72, Ahmad Nuruddin S.Hum dari Prodi Bahasa dan Sastra Arab, dan Isnaini Mahmudah, S.Sos dari Prodi Sosiologi dengan IPK 3.70.

Selanjutnya untuk kategori wisudawan berprestasi non akademik kategori hafalan Alquran 30 Juz,  yaitu Melyana Sifa dari FSH, Himmami Hafshawati, Elok Qur’ani keduanya dari FTK, Muhammad Khusni Mubarrok, dan Wahib Akmal dari FUF. Masing-masing mendapat uang pembinaan sebesar Rp 400 ribu.  Terakhir, Maria Ulfa Rohmati dari FTK dengan prestasi bidang tilawatil, hafalan Alquran 5 juz, dan Musabaqah Hifdzil Quran  yang berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 300 ribu. (Nur/Humas)