Kenali Gejala Bell’s Palsy, Stroke Ringan yang Menyerang Bagian Wajah

JawaPos.com – Meski bukan tergolong penyakit baru, masih banyak orang yang belum memahami salah satu penyakit saraf, bell’s palsy. Penyakit ini dapat menyebabkan kelumpuhan di bagian wajah.

Sering kali keluhan yang datang dianggap bagian dari stroke ringan karena sama-sama bersifat mendadak. Namun kurangnya pemahaman masyarakat tentang penyakit ini membuat rumor seputar bell’s palsy terus berkembang. Banyak yang salah mengartikan gejala antara keduanya. Padahal, perbedaan antara bell’s palsy dan strok ringan ternyata sangat jauh. Termasuk gejala dan pengobatannya.

Dokter Spesialis Saraf Rumah Sakit Pertamina Balikpapan (RSPB) Fajar Rudy Qimindra mengungkapkan, jika bell’s palsy menyerang saraf tepi, lain halnya dengan strok yang menyerang saraf utama. Selain itu, efek yang terjadi dari bell’s palsy hanya menyebabkan kelumpuhan pada salah satu sisi otot wajah. Berbeda dengan strok yang bisa membuat kelumpuhan hingga saraf tangan dan kaki.

“Bell’s palsy merupakan kelainan yang terjadi di saraf nomor 7 tepi. Saraf tepi sendiri berada di telinga hingga dahi, mata, dan bibir. Sarafnya seperti kipas dan mengelilingi daerah itu. Biasanya terjadi mendadak. Makanya sering disalahartikan jadi strok ringan, padahal jauh berbeda,” katanya.

Alumnus Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga Surabaya itu menyebutkan, gejala bell’s palsy justru mirip dengan flu. Kalangan medis kerap menyebutnya dengan gejala flu like syndrome. Keluhan yang terasa seperti demam, batuk, badan menggigil. Alasannya karena bell’s palsy berkaitan dengan penurunan daya tahan tubuh. Continue reading